-Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program
Simulasi Kompetisi Menulis-
Kinan
melihat ponselnya yang baru saja berdering. Sebuah pesan masuk, dan ia telah
membukanya. Awalnya ia hanya mengira pesan itu dari ibunya atau kakaknya.
Ternyata ia salah. Pesan tersebut dari Dave. Ia sudah lama sekali tidak
mendengar kabar dari Dave. Terakhir kali ia mendengar suara Dave di hari
ulangtahunnya, Dave mengirimkan sebuah voice
note yang sangat singkat tapi tetap menyentuh. Hal itu membuat perasaan
Kinan semakin tak menentu. Ditambah pula dengan pesan singkatnya hari ini.
Dari : Dave
Aku hari ini akan ke Bandung.
Mau menghabiskan sisa tiga jamku bersama?
Kinan
belum menjawabnya. Ia masih ragu untuk menjawab pesan itu. Kinan dan Dave dekat
sejak mereka di bangku SMA hingga kini, mereka menduduki bangku kuliah. Kinan
menyukai Dave tapi ia tidak tahu bagaimana dengan Dave. Semua teman dekat Kinan
tahu itu, bahkan mereka mendukung Kinan untuk tetap berjalan. Tapi sekarang,
mereka bertindak sebaliknya. Mereka malah mematahkan semangat Kinan yang masih
terombang-ambing angin status yang sebenarnya tak kunjung jelas.
“Sudahlah,
lupakan saja dia. Dia dulu pernah menajuhimu, Kinan. Jangan bertindak bodoh,”
Thom membeberi dari panggilan seberang sana.
“Tapi,”
“Kau
menyukainya, dia tidak tahu karena kau tak pernah memberitahunya.”
Kinan
diam. Ia mematikan panggilan itu. Dan ponselnya kembali berdering.
Dari : Dave
Pukul tiga ini aku sudah bebas.
Bisa menemuiku di sekitaran Braga?
Braga!
Ia sedang ada di Braga! Kinan cepat-cepat membuka celemek restoran dimana ia
bekerja paruh waktu dan meminta izin keluar sebentar. Perutnya seperti ada
beribu kupu-kupu yang beterbangan. Ia tidak tahu bagaimana detail rasanya.
Hanya saja ia sangat penasaran bagaimana dengan Dave sekarang setelah satu
setengah tahun mereka tidak bertemu. Walaupun Dave pernah menjauhinya, ia tetap
memiliki rasa yang sama terhadap Dave. Dan ketika ia melihat punggung Dave, ia
baru tahu perasaan apa yang mengaduk perutnya tadi. Rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar