Rabu, 18 Februari 2015

Aku Suka Dia!

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.

            “Joni mau nembak Diva!” Fio dengan mulut embernya membeberi satu kelas dengan kalimat itu, “Di lapangan!”
            Semua siswa di kelas itu kasak-kusuk. Saat itu memang sedang istirahat, jadi mereka bebas melakukan apa saja. Berbagai ocehan keluar dari mulut mereka. Maklum, baru kelas 1 SMA jadi masih dikatakan labil.
            “Itu dia!” Fio berteriak sambil menuju lapangan.
            Dan seisi kelas itupun berlari kearah lapangan. Mereka bersiul menggoda. Diva sendiri merasa jengkel dengan situasi itu.
            “Kamu ngapain ngajak aku kesini?”
            Joni menggaruk-garuk tengkuknya. Keringatnya mulai turun dari pelipisnya, “Itu, anu, aku mau,” Joni tak bisa menjelaskan.
            “Mau apa?”
            “Aku mau, itu, kamu mau jadi pacarku gak?” Joni yakin suaranya tidak terlalu besar, setidaknya Diva bisa mendengar suara itu, tapi manusia-manusia yang berada di sekitarnya malah menyoraki dan menggodanya terus-terusan.
            Diva mendengus. Ia mengedarkan pandangan ke sekitarnya, “Aku belom diizinin pacaran,” Diva juga yakin kalau suaranya tidak terlalu besar karena tidak ingin menyakiti perasaan Joni, tapi lagi-lagi mereka merespon dengan berlebihan.
            “Lagian, kamu nembaknya norak.”
            Joni melongo.
            “Keliatan banget masih labilnya. Norak. Sumpah norak.”
            Joni menutup mulutnya.
            “Kalau kamu suka aku, kamu pasti tahu kalau aku benci keramaian.”
            Bel masuk berbunyi. Diva meninggalkan Joni yang masih terdiam disana. Joni melengos, dan teman-temannya kembali menggoda dengan lagu 1000 Tahun Lamanya milik Tulus.
            “Ya, mungkin ia masih belum bisa menerima orang lain di kehidupannya. Jatuh diawal tidak terlalu menyakitkan kok, Jon! “ Hiburnya dalam hati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar