Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti
program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.
Keyra menyukai hujan tapi juga membencinya. Kali ini ia
membencinya. Joss membatalkan janji ke bioskop hari ini karena hujan. Ya,
karena hal yang Keyra sukai. Tapi tak apa, ia masih bisa membuat cokelat hangat
favoritenya di rumah. Tapi sepertinya cokelat di cafe dekat rumahnya lebih
nikmat daripada buatannya sendiri. Ia menimbang-nimbang sebentar.
Keyra mengenakan coat kesayangannya dan menambahkan syal
di lehernya lalu pergi keluar. Ia merasa sangat menyayangkan sekali mengapa
tidak bisa pergi dengan Joss hari ini. New York ketika hujan menjadi suasana
favoritenya, apalagi jika bersama Joss.
To : Joss
Aku
akan ke cafe dekat rumahku. Ingin bertemu disana?
Keyra melihat kembali isi pesan singkatnya
kembali. Ia menghapus semua isinya, tidak jadi mengirimkan pesan itu. Sesekali
pergi keluar sendiri bukan pilihan buruk menurutnya.
Hujan kali ini terasa lebih dingin dan menusuk, tapi
Keyra tak terlalu memikirkannya. Ia lebih membanyangkan cokelat panas dan
saking khusyunya ia memikirkan itu, ia tak sadar ada mobil yang mendekatinya
dan mencipratkan genangan air ke bajunya. Ia bersumpah serapah. Dan mencoba
kembali fokus dengan perjalanannya sambil menyenandungkan lagu I’m Not The Only
One dari Sam Smith. Tapi pandangannya teralihkan oleh sepasang manusia yang
berada tak jauh darinya. Ia mengusap kedua matanya untukmembuktikan kalau ia
tidak salah, dan ia memang tidak salah. Joss dengan seorang wanita sedang duduk
berduaan di halte. Sesekali Joss menyiumi tangan wanita itu.
Keyra menarik napasnya perlahan, mengumpulkan tenaga
untuk mengambil ponselnya.
To : Joss
Kau sedang dimana? Aku akan ke cafe dekat
rumahku. Ketika pacarku tidak denganku, aku akan menyibukkan diriku dengan
duniaku sendiri. Tidak dengan lelaki lain. Bagaimana denganmu?
Send.
Jemarinya
lemas. Dadanya naik turun tak karuan. Keyra menangis.
To : Joss
Kita putus.
Ia melihat kalimat itu sekali
lagi dan memandang mereka berdua dihadapannya. Ia menyunting kata-kata
tersebut.
To : Joss
Kau, silahkan bermain dulu
dengan perasaanku, kalau kau bosan dan ingin pulang. Aku masih membukakan pintu
untukmu.
Send.
Pesan
terkirim dan tangisaannya tak kunjung henti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar