Rabu, 18 Februari 2015

It's Rainy

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.

            Keyra menyukai hujan tapi juga membencinya. Kali ini ia membencinya. Joss membatalkan janji ke bioskop hari ini karena hujan. Ya, karena hal yang Keyra sukai. Tapi tak apa, ia masih bisa membuat cokelat hangat favoritenya di rumah. Tapi sepertinya cokelat di cafe dekat rumahnya lebih nikmat daripada buatannya sendiri. Ia menimbang-nimbang sebentar.
            Keyra mengenakan coat kesayangannya dan menambahkan syal di lehernya lalu pergi keluar. Ia merasa sangat menyayangkan sekali mengapa tidak bisa pergi dengan Joss hari ini. New York ketika hujan menjadi suasana favoritenya, apalagi jika bersama Joss.
            To : Joss
            Aku akan ke cafe dekat rumahku. Ingin bertemu disana?
            Keyra melihat kembali isi pesan singkatnya kembali. Ia menghapus semua isinya, tidak jadi mengirimkan pesan itu. Sesekali pergi keluar sendiri bukan pilihan buruk menurutnya.
            Hujan kali ini terasa lebih dingin dan menusuk, tapi Keyra tak terlalu memikirkannya. Ia lebih membanyangkan cokelat panas dan saking khusyunya ia memikirkan itu, ia tak sadar ada mobil yang mendekatinya dan mencipratkan genangan air ke bajunya. Ia bersumpah serapah. Dan mencoba kembali fokus dengan perjalanannya sambil menyenandungkan lagu I’m Not The Only One dari Sam Smith. Tapi pandangannya teralihkan oleh sepasang manusia yang berada tak jauh darinya. Ia mengusap kedua matanya untukmembuktikan kalau ia tidak salah, dan ia memang tidak salah. Joss dengan seorang wanita sedang duduk berduaan di halte. Sesekali Joss menyiumi tangan wanita itu.
            Keyra menarik napasnya perlahan, mengumpulkan tenaga untuk mengambil ponselnya.
            To : Joss
                Kau sedang dimana? Aku akan ke cafe dekat rumahku. Ketika pacarku tidak denganku, aku akan menyibukkan diriku dengan duniaku sendiri. Tidak dengan lelaki lain. Bagaimana denganmu?
                Send.
                Jemarinya lemas. Dadanya naik turun tak karuan. Keyra menangis.
                To : Joss
                Kita putus.
                Ia melihat kalimat itu sekali lagi dan memandang mereka berdua dihadapannya. Ia menyunting kata-kata tersebut.
                To : Joss
                Kau, silahkan bermain dulu dengan perasaanku, kalau kau bosan dan ingin pulang. Aku masih membukakan pintu untukmu.
                Send.

                Pesan terkirim dan tangisaannya tak kunjung henti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar